Currently I'm Offline. Please leave a message . . .

Translator

Arsip-arsip

Realisasi Pajak di Batam Rp813 M

BATAM — Jumlah wajib pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batam setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pencapaian pajak selama 2011 mencapai Rp813,448 miliar atau 98 persen dari target Rp823,512 miliar.

“Untuk pecapaian pajak 2011, 98 persen dari target yang telah ditetapkan,” kata Kepala KPP Pratama Batam Yudi Asmara Jaka Lelana, didampingi Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI) Andry dan Kepala Seksi Palayanan KPP Pratama Batam Suhendra, Selasa (21/2).

Disebutkan Yudi, pada 2011 terdapat 158 wajib pajak badan dipindahkan dari KPP Pratama Batam ke KPP Madia. Hal ini mempengaruhi target 2011 sebesar Rp823,512 M, terealisasi hanya Rp812,448 M atau 98,78 persen dari target.

Pencapaian pajak di KPP Pratama Batam terbesar berasal dari Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas sebesar Rp573,281 M. Pencapaian ini, melebihi dari target yang dipasang yaitu Rp466,772 M atau 122,8 persen. Terdiri dari PPH pribadi Rp28,864 M, PPh 21 Rp204,895 M, dan sisanya dari PPh lain-lain sebesar Rp339,521 M.

Selain PPh, pencapaian penerimaan Pajak Bumi dan bangunan (PBB) juga melampaui target. KPP Pratama Batam menargetkan penerimaan PBB sebesar Rp142,147 M, terealisasi Rp149,602 M atau 105,24 persen.

Tahun ini, PBB sedang dalam peralihan dari KPP Pratama ke Pemko Batam.

Kepala seksi Palayanan KPP Pratama Batam Suhendra, menambahkan wajib pajak baik pribadi maupun badan terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2009 tercatat 315.998 waib pajak pribadi dan badan, pada 2010 meningkat 55.773 sehingga menjadi 371.771 wajib pajak. Dan pada 2011 mengalami peningkatan lagi 32.701, sehingga total wajib pajak pada 2011 menjadi 404.472.

Sementara, Surat Pemberitahuan (SPT) badan dan perorangan pada 2010 hanya 46,30 persen atau 140.195 SPT yang melaporkan dari 302.796 SPT wajib.

Pada 2011, persentase SPT yang dilaporkan menurun menjadi 44,55 persen atau 126.280 dari 283.435 SPT wajib.

“Pada 2012 ini SPT mencapai enam ribu. Deadline pelaporan SPT pribadi hingga 31 Maret dan Badan 30 April. Keterlambatan pelaporan akan didenda Rp100 ribu untuk perorangan dan Rp1 juta untuk badan. Dan keterlambatan pembayaran baik perorangan maupun badan sebesar 2 persen,” ujar Suhendra mengakhiri.(cw57)

Sumber : Haluankepri.com

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>